Ruh dan Sifatnya
Tahukah anda bahwa sesungguhnya semua yang ada didunia itu hidup? Bumi yang setiap hari kita injak mempunyai nadi kehidupan dan langit pun selalu hidup. Bahkan batu yang sering kita anggap benda mati juga sesungguhnya mempunyai kehidupan.
Ruh yang berasal dari yang Maha Kuasa meliputi segala sesuatu. Dan pada hakikatnya seluruh ciptaan-Nya tersebut “Hidup” karena tidaklah Ia menciptakan suatu makhluk melainkan padanya ada ruh yang meliputinya. Dia adalah Dzat pemberi hidup dan menghidupkan semua ciptaanya dengan ruh kehidupan. Batu yang kita anggap benda mati jika kita urai hingga bagian tekecil maka kita akan menjumpai fenomena bahwa sesunguhnya batu pun hidup.
Lantas bagaimanakah sesungguhnya sifat ruh yang maha hidup itu?
Ruh adalah Zat yang mempunyai energi dengan kecepatanya jauh diatas kecepatan cahaya. Kita mengetahui jika suatu zat mempunyai kecepatan diatas cahaya maka zat tersebut akan berlaku hukum fisika quantum.
Karena ruh mengikuti hukum fisika quantum maka dalam ruh tidak lagi dibatasi oleh jarak dan waktu. Ruh dapat menembus semua dimensi termasuk benda padat. Ruh dapat berpindah dari lokasi yang satu ke lokasi yang lain tanpa melewati ruang. Ruh besifat abadi.
Selain itu ruh yang maha hidup bersifat sangat lembut dan halus. Dan sifat ruh yang paling istimewa adalah jika ruh menempati suatu benda mati maka hiduplah benda tersebut.
Bagaimana sifat ruh didalam Manusia?
Jika ruh menguasai akal pikiran maka akal pikiran akan menjurus kesempurnaan di dalam pandangan dan dapat menentukan suatu sikap atas dasar pertimbangan yang matang bagi perjalanan hidupnya. Begitulah adanya, jika ruh singgah di telinga maka mendengarlah ia, manakala ruh berkelebat melalui mata maka memandanglah ia, dan ketika ruh bertamasya pada mulut maka berhamburanlah kata-kata yang punya mulut, pun bila ruh menjalar pada tangan maka bergeraklah ia meraba dan mengusap, juga apabila ruh mengalir pada kaki maka dapatlah melangkah tegap ataupun gontai. Begitu pula bila ruh meliputi dan menguasai sel–sel yang bergerak ke seluruh peredaran darah maka tampaklah gerak hidup jasmani.
Ruh adalah zat hidup jika ruh diibaratkan cahaya yang terang benderang maka jasmani diibaratkan suatu tempat yang gelap gulita semisal ruangan. Padahal tidaklah akan tampak terang suatu cahaya bila ia tidak bertempat pada yang gelap gulita. Begitu pula keadaan gelap pekatnya jasmani dikatakan gelap gulita bila tidak ada sesuatu yang meneranginya. Demikianlah pengertian “Ruh” sebagai “Nur” dalam istilah wahyu-Nya.
Diolah dari berbagai sumber: rahmat
Category: Artikel












alhamdulillah semua atas kuasa dan kehendaknya amin yaAllah ya robbal alamin